Diskon besar di banyak kategori produk.
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Alat Musik Tifa Berasal Dari Daerah Papua, Penghasil Nada Ritmik yang Dinamis

Alat Musik Tifa Berasal Dari Daerah Papua, Penghasil Nada Ritmik yang Dinamis – Melestarikan kebudayaan bangsa bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mempelajari alat musik dari berbagai daerah di Indonesia.

Daerah Papua terkenal  memiliki beraneka ragam alat musik, namun yang paling terkenal adalah tifa. Merupakan alat musik pukul yang mampu menghasilkan nada ritmik yang begitu dinamis sehingga enak untuk didengar.

Proses Pembuatan Tifa

Hal pertama yang perlu Anda ketahui mengenai alat musik yang satu ini adalah tentang cara pembuatannya. Dari segi bentuk, tifa mirip dengan dengan gendang, hanya saja ukuran alat musik dari Papua ini sedikit lebih kecil dan ramping. Untuk cara pembuatannya, simak ulasan berikut ini:

–¬† Pertama, bahan yang dibutuhkan adalah batang kayu pilihan yang kuat, tebal, dan bulat yaitu kayu khas Papua bernama lenggua. Namun, ada pula yang menggunakan bahan pohon waru, apo, kokota atau pohon susu. Diameter pohon yang cocok untuk dijadikan tifa adalah yang memiliki diameter 25-30 cm.

– Kedua, Batang kayu pilihan tersebut dipotong sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh pembuatnya. Kemudian, pada bagian tengahnya akan dilubangi dengan menggunakan linggis yang sebelumnya telah dipanaskan. Waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan hal ini bisa memakan waktu 2 jam atau lebih, tergantung dari panjang kayu yang digunakan.

– Ketiga, lubang pada batang pohon tersebut dimasukkan bara api dan ditiup menggunakan sebuah corong dari bambu. Proses yang satu ini juga butuh waktu yang cukup lama. Dan setelah selesai, bagian dalamnya akan dikeruk untuk membersihkan ampas hangus yang tersisa.

– Keempat, untuk menghasilkan sebuah alat musik tifa berasal dari daerah Papua ini memang harus melalui perjalanan yang cukup panjang. Tahapan berikutnya yang harus dilakukan adalah memangkas kulit pohon dengan menggunakan baramo, pahat, atau parang hingga bagian permukaannya terlihat halus dan rapi.

– Kelima, pemasangan kulit hewan (bisa berasal dari kulit biawak, kangguru, atau rusa) sebagai membran yang akan dipukul. Caranya adalah dengan melakukan pengolesan di bagian permukaan mulut tifa. Bahan untuk pengolesan tersebut terdiri dari kapur yang dicampur dengan putih telur.

– Keenam, membran yang telah terpasang dengan kuat, kemudian diikat dengan tali dari pohon waru dan lapisi dengan lilitan anyaman dari rotan agar lebih kuat.

– Ketujuh, tifa yang telah dipasang membran akan diasapi hingga kulitnya merekat. Sampai dengan tahap ini sebenarnya tifa telah siap untuk digunakan. Namun, sebagian pemilik tifa terkadang memberikan getah damar di beberapa titik pada bagian membran. Hal ini berfungsi untuk menghasilkan suara yang lebih indah saat tifa dipukul.

Fungsinya Bagi Masyarakat Papua

Alat musik tifa berasal dari daerah Papua ini merupakan identitas bagi kebudayaan mereka. Walaupun setiap suku memiliki istilah yang berbeda, namun tifa menjadi salah satu alat musik utama yang wajib dimainkan saat acara dan ritual adat.

Sebab, alat musik yang satu ini memiliki peranan penting sebagai penentu ritme sekaligus menghasilkan tabuhan-tabuhan agar ritual yang digelar semakin khusyuk. Contohnya, digunakan pada acara penyambutan di Papua, tari-tarian khas Perang, Asmat, Gatsi, dan tarian tradisional lainnya.

Bahkan, tifa ini juga dimainkan saat diketahui ada calon bayi dalam kandungan, melahirkan, menjadi dewasa, hingga saat ada yang meninggal dunia. Itulah fungsi penting tifa bagi masyarakat di Papua.

Jenis Tifa

Berdasarkan jenisnya, alat musik dari Papua ini terdiri dari beberapa macam, diantaranya adalah, Tifa jekir, Tifa dasar, Tifa potong, Tifa jekir potong, dan Tifa bass. Kelima jenis tifa tersebut dalam setiap penampilannya biasanya ditopang dengan sebuah gong yang berukuran besar.

Selain itu, diiringi juga dengan satu buah tifa lagi yang masih asli dan tidak tercemar oleh pengaruh dari luar yang dikenal dengan nama tifa totobuang. Walaupun jenis musik yang satu ini banyak terdapat di daerah yang mayoritas penduduknya beragama kristen. Namun, tifa totobuang ini juga digunakan untuk disandingkan dengan musik sawat yang dimainkan oleh penduduk dengan mayoritas muslim.

Memang, untuk mengenal lebih jauh tentang alat musik tifa berasal dari daerah Papua ini tidak cukup hanya dengan mengetahui cara membuat dan jenis-jenisnya saja. Namun, disertai dengan menjaga dan melestarikan alat musik tersebut agar tetap dikenal oleh generasi penerus bangsa.