Diskon besar di banyak kategori produk.
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Cara Memainkan Alat Musik Tifa, Ragam Gendang Tradisional yang Dinamis

Cara Memainkan Alat Musik Tifa, Ragam Gendang Tradisional yang Dinamis – Papua memiliki beberapa alat musik yang memiliki keunikan tersendiri mulai dari bentuk hingga bunyinya seperti tifa, pikon, triton, yi, dan kecapi mulut. Dari kelima alat musik tersebut, yang paling dikenal di Papua adalah tifa.

Nada yang indah dan merdu dihasilkan dari berbagai alat musik yang beraneka ragam pula. Bagi masyarakat Papua, salah satu penghasil nada yang indah tersebut berasal dari tifa, sebuah alat musik tradisional yang melegenda.

Asal Usul Tifa

Papua yang terdiri dari berbagai suku ini mewarisi tifa secara turun temurun beserta dengan mitos dan cerita yang mendasari terciptanya alat musik yang satu ini. Itu sebabnya, muncul berbagai versi mengenai asal usul tifa di Papua. Mitos tersebut berkaitan dengan suku dan hubungan mereka dengan alam sekitar serta lingkungannya.

Salah satu mitos tentang asal muasal tifa adalah kisah dari sebuah desa di Biak. Konon, seluruh penduduk ikut berpartisipasi dan menyumbang dalam sebuah pesta besar yang akan diadakan, kecuali anak yatim yang miskin.

Saat dilanda kesedihan, pergilah anak yatim tersebut ke hutan dan duduk di bawah pohon sambil menangis dan berdoa. Dia memohon kepada leluhurnya agar diberi petunjuk agar bisa ikut berpartisipasi seperti penduduk lainnya.

Tiba-tiba terdengar suara seekor kadal yang menawarkan diri untuk menolongnya. Singkat cerita, kulit kadal tersebut merelakan diambil kulitnya untuk dijadikan tifa. Sejak saat itulah tifa selalu dimainkan untuk mengiringi setiap acara pesta dan kegiatan tradisi di Papua.

Bentuk dan Makna Simbol Tifa

Bentuk dari tifa ini seperti tabung atau mirip dengan gendang dan cara memainkan alat musik tifa ini adalah dengan memukul salah satu bagiannya. Bahan dari tifa ini terbuat dari kayu yang tebal dan bulat. Jenis kayu yang digunakan adalah kayu lenggua, merupakan kayu khas Papua yang kualitasnya nomor satu.

Di bagian tengah kayu pada alat musik tifa ini sengaja dilubangi dan dibiarkan kosong. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan suara yang diinginkan. Sedangkan salah satu sisinya ditutup dengan kulit binatang yang diikat dengan tali rotan.

Umumnya, kulit binatang yang digunakan sebagai lapisan penutup lubang adalah kulit biawak atau soa soa. Namun di beberapa daerah ada pula yang menggunakan kulit rusa atau kangguru. Untuk menghasilkan suara yang nyaring, ditempelkan pula biji damar pada lapisan penutup tifa.

Sebelum digunakan, biasanya alat musik ini dipanaskan terlebih dahulu di atas api. Cara ini dilakukan agar kulit pembungkus pada tifa menjadi lebih kering atau untuk menghilangkan kelembaban pada lapisan kulit tersebut. Dengan demikian, suara yang dihasilkan pun akan semakin nyaring.

Perlakuan tersebut berhubungan dengan cara memainkan alat musik tifa yang harus dipukul agar terdengar nada yang indah. Sebab, semakin kering kulit pembungkusnya, suara yang keluar dari tifa pun akan semakin enak untuk didengar. Untuk mengatur nadanya, di bagian permukaan kulit diberikan sarang madu berbentuk kerucut kecil-kecil.

Satu hal lagi yang menjadi ciri dari tifa ini, yaitu ditambahkannya beberapa ornamen ukiran dan motif tertentu. Motif dan ukiran ini biasanya merupakan simbol yang menandakan kepemilikan alat musik yang satu ini. Oleh pembuatnya, tifa ini diberikan ornamen atau motif di sepanjang badan alat musik tifa dengan ciri tertentu.

Itulah yang membuat ukiran motif pada tifa terlihat beraneka ragam, karena motif tersebut menandakan kepemilikannya berdasarkan marga sang pembuat. Selain itu, tifa juga dikenal sebagai alat musik tradisional yang diwariskan secara turun temurun dari ayah ke anak laki-lakinya hingga beberapa generasi.

Jadi, tidak heran jika ada tifa yang umurnya hingga ratusan tahun. Tradisi tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, sebab hanya pria dewasa dengan marga yang sama saja yang boleh memainkan tifa dengan motif tertentu.

Itu pun harus dengan persetujuan dari para tetua adat dan masyarakat setempat serta melakukan serangkaian prosedur tertentu. Sedangkan untuk kaum wanita dilarang untuk memainkan alat musik tradisional yang satu ini.

Walau bukan berasal dari Papua, tidak ada salahnya untuk belajar cara memainkan alat musik tifa yang bentuknya mirip gendang ini. Dengan demikian, secara tidak langsung Anda ikut melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia.