Diskon besar di banyak kategori produk.
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Mengenal Lebih Dekat dengan Saronen dan 2 Alat Musik Tradisional Lainnya Khas Pulau Garam Madura

Mengenal Lebih Dekat dengan Saronen dan 2  Alat Musik Tradisional Lainnya Khas Pulau Garam Madura – Saat mendengar kata “Madura”, mungkin yang terlintas di pikiran Anda adalah, jembatan Suramadu, karapan sapi, sate, soto, atau baju loreng merah putih. Dari sisi kebudayaan, Madura yang terkenal dengan sebutan Pulau Garam ini juga memiliki beberapa alat musik tradisional.

Setidaknya terdapat 3 alat musik yang paling terkenal, yaitu saronen, tongtong, dan UI Dhaul yang sangat melegenda. Untuk mengenal lebih jauh sejarah dan bentuk, dan keunikan yang dimiliki oleh alat musik ini, simak ulasannya berikut ini:

Sejarah Saronen

Awal mula kesenian saronen berdasarkan sejarahnya digunakan sebagai media dakwah. Dengan tujuan, agar masyarakat Madura banyak yang tertarik untuk memeluk agama Islam. Dulu, kegiatan kesenian saronen ini dilakukan oleh Kyai Khatib yang merupakan cicit dari Sunan Kudus.

Beliau bertempat tinggal di Desa Sendang Kecamatan Pragaan Sumenep. Bersama dengan para pengikutnya, Kyai Khatib ini menghibur pengunjung pasar. Jadi, setiap hari pasar tertentu Kyai Khatib akan berpakaian seperti badut.

Ketika sudah banyak yang berkumpul, barulah beliau memulai dakwahnya dengan memberi penjelasan tentang agama Islam dan juga kritik sosial. Gaya dakwah yang humoris dan kocak inilah yang mampu menggetarkan hati pengunjung sehingga banyak yang akhirnya masuk Islam.

Dengan kata lain, alat musik saronen ikut memegang peranan yang membantu penyebaran agama Islam di pulau Madura. Itu sebabnya, keberadaan alat musik khas Madura bernama saronen ini harus dijaga kelestariannya.

Bahan dan Bentuk Saronen

Bahan pembuatan alat musik tradisional saronen ini menggunakan kayu jati dengan panjang 40 cm dengan 7 buah lubang. Untuk 6 buah lubang letaknya berderet di bagian atas dan 1 lubang ada di bagian bawahnya, sama seperti seruling

Bentuknya kerucut juga mirip seperti seruling atau terompet namun di bagian peniupnya memiliki ciri khas yang berbeda. Yaitu di bagian penutupnya ini dibuat mirip dengan kumis-kumisan. Dalam hal pembuatan, saronen ini memiliki bentuk yang berbeda-beda, sesuai dengan kreasi dari si pembuatnya.

Pada bagian untuk meniup saronen ini terbuat dari daun aren dengan sayap yang diukir mirip kumis dan terbuat dari tempurung kelapa. Saat saronen dimainkan, sekilas terlihat seperti orang yang menggunakan kumis palsu.

Padahal, itu merupakan satu kesatuan dari alat musik saronen yang akhirnya menjadi ciri khas saronen. Sedangkan suara yang dihasilkan terdengar nyaring, melengking, meliuk-liuk, dna parau. Umumnya, saronen ini dimainkan secara berkelompok bersama dengan alat musik lainnya.

Seperti, gendang besar, korca, kenong besar, kenong tengahan, gong besar, kempul, kenong kecil, dan gendang kecil. Anda bisa menjumpai alat musik ini dimainkan di acara adat seperti pesta adat, arak-arakan pengantin, lomba kecantikan sapi betina, dan lomba karapan sapi.

Alat Musik Khas Madura Lainnya

Selain saronen, di pulau Madura masih memiliki beberapa alat musik tradisional yang terkenal. Setidaknya terdapat dua alat musik yang juga sangat unik yaitu:

Tongtong

Ini merupakan salah satu alat musik dari Madura yang bentuknya seperti kentongan yang terbuat dari kayu. Awal mula terbentuknya, tongtong ini hanya terdiri dari 3 buah nada dasar yaitu nada rendah, nada tinggi, dan nada sedang.

Nada musiknya yang penuh semangat dan bertalu-talu itulah yang menjadi ciri khas tongtong. Secara tidak langsung, nadanya mencerminkan suka cita dari masyarakat Madura. Itu sebabnya alat musik yang satu ini kerap digunakan pada kegiatan karapan sapi, dan acara lainnya di Madura yang melambangkan kegembiraan.

UI Dhaul

Alat musik khas Madura yang ketiga adalah UI Dhaul yang merupakan alat tradisional yang jadi salah satu alat komunikasi saat bulan suci Ramadhan. Yaitu berfungsi untuk memberitahukan saat sahur tiba bagi masyarakat Madura. Termasuk sebagai alat perkusi yang unik, membuatnya sering dijadikan alat musik untuk acara keagamaan atau menyambut tamu undangan pada acara-acara besar.

Itulah ketiga alat musik tradisional dari Madura yang memiliki keunikan tersendiri. Mulai dari saronen dengan suaranya yang nyaring dan melengking, tongtong yang mencerminkan suka cita hingga UI Dhaul yang dimanfaatkan sebagai pengingat waktu sahur. Dengan mempelajari ketiga alat musik dari Madura ini, setidaknya Anda ikut serta dalam melestarikan kebudayaan dan kesenian negara Indonesia.